Wednesday, August 25, 2010

Jangan Gampang Memberikan Antibiotika pada Anak



Dr Yati Harwati Istiarto, SpAK, MMPed memberikan langkah-langkah
yang tepat:
a.. Jika anak terkena demam atau flu, beri kompres pada anak untuk
menurunkan suhu tubuhnya, konsumsi makanan empat sehat lima
sempurna, minum obat antipanas yang biasa dikonsumsi dan perbanyak
minum air putih.
b.. Jika kondisi anak belum juga membaik selama tiga hari dan disetai
kejang-kejang, hubungi dokter secepatnya. "Ada kemungkinan anak
terkena infeksi di bagian tertentu, sehingga perlu penanganan lebih
lanjut dan pemberian antibiotik," ujarnya.
c.. Jika anak terluka, cukup berikan salep atau obat antiseptik.
d.. Jangan lupa membersihkan tangan sebelum makan agar bakteri
yang melekat pada tangan tidak terbawa masuk melalui makanan.
e.. Jika anak diharuskan mengkonsumsi antibiotika, biasanya dokter
memberikan antibiotika kelas ringan yaitu golongan Betalactam seperti
penicillin. "Umumnya diberikan jika infeksinya juga tergolong ringan,
namun pemberian antibiotik juga disesuaikan dengan jenis bakterinya,"
kata Yati.
f.. Pada anak usia dibawah sepuluh tahun, hindari mengkonsumsi
antibiotika jenis Tetracycllin karena dapat merusak gigi (gigi kuning) dan
mengganggu pertumbuhan tulang.
g.. Agar tak salah langkah memberikan antibiotika, saat ini informasi
mengenai kesehatan bisa Anda dapatkan melalui buku, seminar atau
internet yang terpercaya agar Anda lebih rasional dalam bertindak.
Selain itu, penggunaan antibiotika harus dibawah pengawasan dokter.
Apa Itu Antibiotika?
Antibiotika berasal dari kata anti dan bios dalam bahasa latin yang
artinya kehidupan, jadi antibiotika adalah zat yang dapat membunuh
atau melemahkan kehidupan jasad renik (jamur, kuman, bakteri, virus).
Menurut Dr Yati Harwati Istiantoro SpFK, Staf pengajar FKUI bagian
Farmakologi, Antibiotik memiliki banyak klasifikasi antara lain
berdasarkan bahan kimiawi yang dikandungnya seperti golongan
penicillin, atau bisa dilihat dari mekanisme kerjanya, apakah antibiotik
membunuh bakteri (cidal) atau menghambat perkembangan bakteri.
Sedangkan ditilik dari proses pembuatannya antibiotika dibagi menjadi 3
yaitu, dibuat secara alami, antibiotik berasal dari bagian dari kuman itu
sendiri atau jamur jenis tertentu. Secara sintetis, mengambil zat-zat
aktif dengan proses reaksi kimiawi. Sedangkan semi sintetis, mengambil
bahan secara alami (jamur atau bakteri) lalu melalui proses fermentasi
dan kimiawi.
Apa perbedaan antara obat biasa dengan antibiotik? Obat umumnya
bekerja aktif pada sel-sel manusia sedangkan antibiotika bekerja
membunuh bakteri dan sedapat mungkin tidak menyentuh sel-sel
manusia. "Antibiotik diserap kemudian diedarkan menuju tempat
penyebab infeksi, hanya kuman yang dibunuh. Sehingga antibiotika
tidak akan berguna jika tubuh tidak terinfeksi, justru malah membunuh
bakteri baik dalam tubuh," papar Yati.

Sumber: Majalah Inspiredkids
=============================

No comments:

Post a Comment